Blogger Widgets Western Update: sejarah musik barat Blogger Widgets

pointer

Blogger Widgets

Jumat, 29 November 2013

sejarah musik barat

 hello guys! sesuai janji kami buat nge post tentang sejarah musik barat, nih mimin post :3
happy read yaa, enjoy it! :)
http://western-update.blogspot.com


Sejarah  Perkembangan  Musik  Barat

1.  Periode Zaman Kuno
Sebelum ditemukan alat-alat music, hampir seluruh karya music hanya berupa melodi yang dinyanyikan dengan suara manusia. Sehingga zaman itu disebut zaman music vocal. Gereja pada saat itu menolak alat-alat music dalam peribadatan karena dianggap menggangu suasana peribadatan.
Ketika Paus Georgius I menjabat sebagai pimpinan gereja, diadakan reorganisasi liturghi Katolik dan digunakanlah music greogian sebagai music resmi gereja Katolik. Music Greogian berupa melodi yang dinyanyikan tanpa iringan music sehingga lebih bersifat sacral dan hanya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu dalam peribadatan. Lagu-lagu Greogian mampu menimbulkan suasana tenang, mewakili suara gereja yang sebenarnya. Ritme lagu-lagu Greogian sangat fleksibel, tanpa tekanan. Kebebasan ritme menyebabkan music ini mengambang dan hanya mengandalkan improvisasi.


2.  Zaman Renaisans
Karya music zaman Renaisans banyak dipengaruhi oleh ruangan gereja yang besar dan kedap suara sehingga memiliki ciri-ciri khusus seperti : kejernihan, kelembutan dan keseimbangan suara. Adapun ciri-ciri lain yaitu :
a.   Media penyajian
Permainan music iringan banyak diperuntukkan bagi penari dan vokalis perorangan. Lagu-lagu koor gereja mayoritas berbentuk acapella. Alat-alat music yang digunakan antara lain mandolin, lute, harpsichord, hord, clavichord, virginal, keyboard, cornet dan organ pipa.
b.  Ritme
Mayoritas music Renaisans ditandai ketukan bertekanan berat. Di dalam karya musiknya sering terjadi pergantian tanda tempo dan birama.
c.   Melodi
Menggunakan gerakan melodi dengan langkah-langkah pendek. Melodi untuk suara tenor digunakan untuk nada panjang.
d.  Tekstur
Berbentuk poliponik dengan susunan 4 suara atau lebih. Pada akhir abad 16, suara sopran berperan lebih besar. Harmoni yang banyak digunakan berbentuk triad pokok.
e.   Pola
Pada zaman Renaisans, bentuk dan pola yang banyak digunakan antara lain motet, missa, madrigal, passion, fantasia dan toccaca. Pola phrase sangat panjang sehingga vokalis dituntut teknik pernapasan yang prima.
Tokoh music pada zaman Renaisans, yaitu :
Ø Karya Geovanni Pierlugi da Palestrina (1525 -  1594) antara lain : Missa Papae Marcelli dan Motet Adoremus te Christe.
Ø Karya Orlandus Lassus (1532 – 1594) antara lain : Penetensials Psalms, Motet Tristis Estanimame dan Madrigal O Che Bon Echo.
Ø Karya Giovanni Gabrielli (1557 – 1623) antara lain : Sonata Piano E Forte dan Gantonas for Bass Choirs.


3.  Zaman Barok
Dimulai awal abad ke 16 dan disebut sebagai awal gaya modern. Mengalami Revolusi Instrumentasi, metode dan sumber ide. Gaya Barok sempurna baru ada di abad ke 18.
Opera dan konser mulai diadakan untuk khalayak ramai. Bentuk homoponik muncul dimana-mana. Tangga mayor dan minor mulai disatukan khususnya pada music instrumental. Ciri-ciri zaman Barok yaitu :
a.   Media penyajian
Music instrumental berperan besar. Dalam orchestra sudah menggunakan alat music flute, hobo, bassoon, keyboard dan alat music petik. Dalam pentas resmi menggunakan violin dan gamba, viola diamore dan terompet.
b.  Ritme
Menggunakan ritme bebas dengan Aksentuasi atau perubahan harmoni dan nada-nada lang dalam iringan. Didasarkan pada satu pola ritme dan satu pola yang sangat monoton.
c.   Melodi
Melodinya selalu mengalir, kadang menggunakan ornamentasi di luar akord iringan. Banyak menggunakan teknik repetisi serta teknik modifikasi dan motif asli. Kalimat-kalimat lagu yang penuh perasaan dituliskan dalam bentuk akord-akord disonan.
d.  Tekstur
Awal zaman Barok masih menggunaka tekstur homoponi. Namun decade berikutnya sudah penuh dengan sonoritas dan kontrampung. Seperti pemakaian alat music basso continuo atau figure bass.
e.   Pola
Bentuk-bentuk berupa passion, fantasia dan toccata masih ada di zaman Barok. Namun, bentuk-bentuk opera, oratorio, cantata, sonata, concerto grosso dan overture menjadi mode.
Tokoh music pada zaman Barok, yaitu :
Ø Karya John Sebastian Bach (1685 - 1750) antara lain : Oratorio Christmas and Easter, Misa in B Minor, Passion According to St. Matthew dan The Magnificent in D.
Ø Karya Jean Baptisme Lully (1632 – 1687) antara lain : The Miserere dan Opera Gadmus et Hernione.
Ø Karya George Frederick Handel  (1625 – 1775) antara lain : Meziah, Judas Maccabaeus, Israil Egypt dan Opera Julius Caesar and Xerxes.


4.  Zaman Klasik
Adalah zaman kemegahan budaya Yunani atau Romawi yang mengagungkan akal sehat. Ciri-cirinya antara lain :
a.   Media penyajian
Tanda-randa phrase, dinamik, ornamentasi dan akord ditulis lengkap.
b.  Melodi
Kompak dengan kesamaan tema. Harmoninya kurang kompleks, cenderung menggunakan trinada.
c.   Tekstur
Homponi.
d.  Pola
Menggunakan mode sonata.
Tokoh music pada zaman Klasik, yaitu :
Ø Karya Joseph Hadyn (1732 – 1809) antara lain : The Misa Solemnis in D Minor, The Cello Concerto in D op. 101, The Creation dan The Season.
Ø Karya Wolfgang Amadeus Mozart (1756 – 1791) antara lain : The Magic Flute, Don Giovanni dan The Meriage of Figaro.
Ø Karya Ludwig van Beethoven (1770 – 1827) antara lain : Symphony no. 3, The Concerto in D for Violin dan Missa Soleonsis in D op. 123.


5.  Zaman Romantik
Musiknya lebih menitikberatkan pada penggunaan timbre, ritmik, melodi dan harmoni. Penggarapannya lebih mengutamakan emosional dan dramatis. Pada abad ke 19 didominasi program-program recital maupun konser. Ciri-ciri zaman Romantik yaitu :
a.   Media penyajian
Didominasi adanya konser dan orchestra dengan media piano. Namun juga didominasi alat music gesek yang ditambah dengan piccolo, clarinet, horn, trombone, tuba, harpa dan beberapa alat music pukul.
b.  Ritme
Ritme dengan ide dan eskspresi seseorang yng makin lengkap. Denyutan-denyutan ritmik, perubahan matra, sinkopisasi pola menjadi mode. Pembuatan partitur selalu dilengkapi tanda-tanda tempo sbagai modifikasi serta tanda-tanda ekspresi.
c.   Melodi
Melodi vokalnya dipengaruhi oleh gaya pembuatan melodi instrument.
d.  Tekstur
Berbentuk homoponi yang dikembangkan dengan pemakaian aktor-aktor  disonan, ornamentasi dan teknik kontrampung secara bebas.
e.   Pola
Bentuk polanya rhapsodi dan usaha-usaha musikalisasi puisi.
Tokoh music pada zaman Romantik, yaitu :
Ø Karya Franz Schubert  antara lain : Unfinished Symphony, C Mayor Symphony, The Great dan Death and The Maiden.
Ø Karya Felix Mendelson  antara lain : Scotch, Italian and Reformation dan Eliyah and A Mindsummer Night’s Dream.
Ø Karya Antonio Dvorak  antara lain : Symphony no. 5 (from the world) dan  String Quartet in F Mayor.


6.  Zaman Impressionisme
Ditandai dengan penggunaan akord-akord disonan dengan paduan nada yang kurang bagus sebagai mode khusus penutup suatu kadens. Karakteristik zaman Impressionisme yaitu :
a.   Media penyajian
Alat music flute dan clarinet untuk suara register rendah, violin untuk register tinggi. Terompet, horn dan selesta digemari untuk lagu-lagu pendek.
b.  Ritme
Gerakannya parallel dengan pemakaian akord-akord G dengan denyutan-denyutan bass dari akord Sustain.
c.   Melodi

Melodi dan tangga nada dipengaruhi oleh music gamelan. Tokohnya adalah Acille Claude Debussy dengan karyanya L’enfant Prodique dan Pelleas et Melisande.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar